Drama · Slice of Life
Yang Terlewatkan
A novel by Bugie Vedder
“Tidak ada yang aneh tentang Handi. Mungkin justru itu yang terlewatkan.”Coming Soon

Drama · Slice of Life
“Tidak ada yang aneh tentang Handi. Mungkin justru itu yang terlewatkan.”Coming Soon
Handi adalah pria yang mudah dilupakan.
Ia datang ke kantor pada waktu yang hampir sama setiap pagi, menyelesaikan pekerjaannya sebagai internal auditor, berbicara seperlunya, membantu ketika diperlukan, lalu pulang ke apartemennya yang tenang.
Tidak ada yang aneh tentang dirinya.
Sampai Reza, seorang teman masa kecil yang telah lama tidak ditemuinya, muncul kembali dan mulai mengingat kejadian-kejadian kecil yang pernah mereka alami bersama.
Seorang anak yang jatuh ke dalam sumur. Seorang teman sekolah yang membutuhkan pertolongan. Seorang anak perempuan yang dituduh atas sesuatu yang tidak dilakukannya.
Dalam setiap ingatan itu, Handi selalu ada.
Dan selalu diam.
Sementara Reza mencoba memahami masa lalu yang selama ini ia lupakan, Maya—seorang rekan kerja yang perlahan menjadi dekat dengan Handi—justru mulai mengenal sisi dirinya yang tidak pernah diperhatikan orang lain.
Handi bisa mendengarkan. Handi bisa membantu. Handi bahkan bisa membuat Maya tertawa.
Namun ketika dua kematian yang tampak tidak berhubungan mulai meninggalkan pertanyaan, masa lalu dan kehidupan Handi hari ini perlahan bergerak menuju titik yang sama.
Bukan tentang apa yang pernah dilihat Handi.
Tetapi tentang apa yang ia lakukan ketika melihatnya.
Dan apa yang tidak pernah ia lakukan.
YANG TERLEWATKAN adalah thriller psikologis tentang ingatan, empati, kenormalan, dan hal-hal kecil yang sering kita abaikan—sampai seseorang akhirnya melihatnya.

Protagonist
Handi adalah seorang internal auditor berusia pertengahan tiga puluhan yang tenang, sopan, observatif, dan mudah dipercaya. Ia menjalani kehidupan yang sangat biasa dan jarang menjadi pusat perhatian. Sejak kecil, Handi mampu melihat detail yang sering dilewatkan orang lain. Namun melihat sesuatu tidak selalu membuatnya merasa perlu melakukan sesuatu. Sebagai orang dewasa, ia telah mempelajari banyak aturan sosial yang bagi kebanyakan orang terasa alami: kapan harus membantu, kapan harus menunjukkan perhatian, kapan harus tersenyum, dan apa yang seharusnya dikatakan ketika seseorang sedang mengalami kesulitan. Handi tidak terlihat mengancam. Ia justru terlihat seperti seseorang yang mungkin duduk beberapa meja dari kita setiap hari.

Key Supporting Character / Handi’s Closest Emotional Connection
Maya adalah seorang profesional berusia awal tiga puluhan yang cerdas, ekspresif, hangat, dan memiliki sisi playful yang membuatnya mudah membangun hubungan dengan orang lain. Berbeda dengan kebanyakan orang yang hanya mengenal Handi sebagai rekan kerja yang pendiam dan dapat diandalkan, Maya mulai tertarik mengenal manusia di balik kebiasaannya yang terlalu teratur. Hubungan mereka tumbuh melalui hal-hal sederhana: makan siang, percakapan kantor, pesan singkat, candaan kecil, dan perhatian yang perlahan terasa semakin personal. Tanpa menyadarinya, Maya menjadi salah satu dari sedikit orang yang benar-benar mencoba melihat Handi. Suatu hari, ia mungkin melihat terlalu jauh.

Key Supporting Character / Handi’s Childhood Friend
Reza adalah teman masa kecil Handi yang kembali muncul setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan masing-masing. Pertemuan mereka awalnya hanya membangkitkan nostalgia. Namun foto-foto lama dan potongan ingatan mulai membawa Reza kembali pada sejumlah kejadian kecil dari masa kanak-kanak yang dahulu tidak pernah dianggap penting. Semakin banyak yang ia ingat, semakin sering ia menemukan Handi berada di sana. Reza bukan penyelidik dan bukan seseorang yang sedang memburu Handi. Ia hanyalah seorang teman lama yang mulai terganggu oleh satu pertanyaan sederhana: Bagaimana mungkin seseorang selalu ada dalam begitu banyak ingatan, tetapi hampir tidak pernah benar-benar diingat?